Berita Terkini

TEKNOGUE on Twitter

Polling

Rubrik mana yang paling Anda sukai?

 
Home      Tekno School      Kemristek Rangkul Vendor dan Komunitas TI
Kemristek Rangkul Vendor dan Komunitas TI
 Minggu, 13 November 2011 16:32:20     OLEH : redaksi     DIBACA : 240

Kemristek Rangkul Vendor dan Komunitas TI
Ilustrasi internet

JAKARTA, TeknoGue.com - Kementerian Riset dan Teknologi bersama Google, Yahoo, Microsoft, dan komunitas teknologi informasi dalam negeri berkomitmen untuk bekerja sama meningkatkan akses masyarakat Indonesia terhadap teknologi dan informasi komunikasi (TIK).     

"Di sini telah berkumpul Google, Yahoo, Microsoft, komunitas TIK, komunitas open source, dan pemerintah. Mari bekerja sama meningkatkan akses masyarakat pada TIK dan internet," kata Asisten Deputi Iptek Industri Strategis Kemristek Kemal Prihatman pada diskusi tentang "Dukungan Komunitas terhadap Pengembangan Inovasi TIK" di Jakarta, Jumat (11/11/2011).

Diskusi itu juga dihadiri antara lain oleh Country Lead Public Policy and Government Affair Southeast Asia Google Mike Orgill, Country Manager Yahoo Indonesia Pontus Sonnersteds, Director of Corporate Affair Microsoft Indonesia Chrisma Albanjar, Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Kemkominfo Aswin Sasongko, pegiat TIK nasional Onno W Purbo, Ketua Umum Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) Betty Alisjahbana, Ketua ICT Watch Donny BU, dan komunitas lainnya.

Kerja sama tersebut, kata Kemal, misalnya pemerintah yang membangun infrastruktur dan memberi insentif kepada pelaku TIK, Yahoo meminjamkan peralatan dan kendaraan untuk bermobilitas, atau Google memberi pelatihan UKM. "Kami perlu sama-sama bergerak dan bersinergi," katanya.

Indonesia, katanya, sedang mengembangkan kluster Indonesia Science Technology Park (ISTP) di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong yang luasnya 460 hektar di mana sudah berdiri menara untuk uji broadband wireless access (BWA) dan 30 lab iptek yang akan disusul lab TIK.

"Jangan takut mereka menjajah atau berpandangan mereka sebagai musuh. Tetapi bagaimana kita bisa bermitra dan bisa memanfaatkan kelebihan mereka. Sementara mereka juga mendapat pasar. Daripada dilepas nanti mereka main sendiri-sendiri," kata Kemal.

Ia mengatakan, pihaknya sedang menyusun kegiatan TIK nasional ke arah pengembangan konten yang dirasa masih kurang.

Sementara itu, Director of Corporate Affair Microsoft Indonesia Chrisma Albanjar mengatakan, dari data global, Indonesia memiliki angka yang tinggi di bidang inovasi, juga keberadaan modal ventura, serta kemudahan dalam mendapatkan pinjaman.

"Sayangnya kenapa masyarakat yang inovatif ini tidak ada yang bisa menjadi besar seperti misalnya Bill Gates? Mengapa lama sekali bagi masyarakat ini untuk bisa memulai bisnis? Apa yang salah dari semua ini? Apakah regulasi?" katanya.

Kalau Indonesia berkembang, ujarnya, Microsoft di Indonesia juga akan berkembang. Karena itulah, pihaknya mendukung masyarakat Indonesia bisa berinovasi untuk memperkuat ekonomi nasionalnya. 

Sumber : ANT

Berita "Tekno School" sebelumnya

close